Jangan buru-buru membuang sampah plastik dari botol mineral, bungkus mie instan, atau sampah plastik lainnya. Selain sulit terurai, sampah plastik sulit melenyapkannya. Lebih baik sampah plastik ini didaur ulang.
Seluruh jenis sampah plastik bisa didaur ulang dan bisa dijadikan cinderamata dan asesoris. Ini sudah dibuktikan oleh sejumlah ibu-ibu dan siswa SD saat memeriahkan 50 tahun ulang tahun Universitas Kristen Petra Surabaya, Selasa (20/9/2011).
Meski mereka tidak memiliki bekal ketrampilnan khusus membuat karya dari plastik, namun ibu-ibu ini kian menikmati. “Ternyata membuat tempat pensil atau asesoris dari bekas botol mineral sangat mudah,” ucap Yuni Wulandari, bunda PAUD asal Siwalankerto.
Puluhan ibu rumah tangga Selasa siang kemarin sengaja diundang oleh Universitas Kristen Petra untuk dibekali ketrampilan mendaur ulang sampah plastik. Para ibu dan sejumlah murid SD di Siwalankerto diikutkan workshop khusus membuat cinderamata dan asesoris dari sampah plastik.
Yuyun Widi Hastuti, aktivis dari Nol Sampah sekaligus pemateri menunjukkan dan membimbing langsung pembuatan asesoris dari sampah plastik tersebut. “Yang penting mau dan telaten. Cara, sangat mudah. Bisa dibiasakan,” kata Yuyun.
Pungut dan kumpulkan sampah plastik. Pilah, botol atau pembugkus mie instan atau kue yang lain. Siapkan lem serba guna, gunting, dan pelangkap lain. Bisa juga beli stikwr-stikewr lucu bergambar hewan atau bunga.
Stiker ini bisa untuk menambah hiasan. Hiasan ini ditempel saat menghias tempat pensil. Tempat pensil dibuat dari bekas minuman kemasan. Botol ini dipotong dan dipasang dengan posisi terbalik. Dinding tempat pensil bisa ditempeli gambar stiker lucu.
Begitu juga kalau membuat cincin atau gantungan kunci. Semua bisa memanfaatkan sampah plastik. Namun bisa lebih dulu membeli ring nya atau lingkarannya. “Plastik kita pola menjadi kembang atau yang lain,” tambah Yuyun.
Dalam waktu tidak sampai lima belas menit, gantungan kunci, gelang, sampai tempat pensil, sudah langsaung dinikmati. Bila ketrampilan mendaur ulang plastik ini dimiliki para ibu rumah tangga, mereka akan semakin berdaya. Bisa menghasilkan rupiah jika serius.
Sumber Surya online
Seluruh jenis sampah plastik bisa didaur ulang dan bisa dijadikan cinderamata dan asesoris. Ini sudah dibuktikan oleh sejumlah ibu-ibu dan siswa SD saat memeriahkan 50 tahun ulang tahun Universitas Kristen Petra Surabaya, Selasa (20/9/2011).
Meski mereka tidak memiliki bekal ketrampilnan khusus membuat karya dari plastik, namun ibu-ibu ini kian menikmati. “Ternyata membuat tempat pensil atau asesoris dari bekas botol mineral sangat mudah,” ucap Yuni Wulandari, bunda PAUD asal Siwalankerto.
Puluhan ibu rumah tangga Selasa siang kemarin sengaja diundang oleh Universitas Kristen Petra untuk dibekali ketrampilan mendaur ulang sampah plastik. Para ibu dan sejumlah murid SD di Siwalankerto diikutkan workshop khusus membuat cinderamata dan asesoris dari sampah plastik.
Yuyun Widi Hastuti, aktivis dari Nol Sampah sekaligus pemateri menunjukkan dan membimbing langsung pembuatan asesoris dari sampah plastik tersebut. “Yang penting mau dan telaten. Cara, sangat mudah. Bisa dibiasakan,” kata Yuyun.
Pungut dan kumpulkan sampah plastik. Pilah, botol atau pembugkus mie instan atau kue yang lain. Siapkan lem serba guna, gunting, dan pelangkap lain. Bisa juga beli stikwr-stikewr lucu bergambar hewan atau bunga.
Stiker ini bisa untuk menambah hiasan. Hiasan ini ditempel saat menghias tempat pensil. Tempat pensil dibuat dari bekas minuman kemasan. Botol ini dipotong dan dipasang dengan posisi terbalik. Dinding tempat pensil bisa ditempeli gambar stiker lucu.
Begitu juga kalau membuat cincin atau gantungan kunci. Semua bisa memanfaatkan sampah plastik. Namun bisa lebih dulu membeli ring nya atau lingkarannya. “Plastik kita pola menjadi kembang atau yang lain,” tambah Yuyun.
Dalam waktu tidak sampai lima belas menit, gantungan kunci, gelang, sampai tempat pensil, sudah langsaung dinikmati. Bila ketrampilan mendaur ulang plastik ini dimiliki para ibu rumah tangga, mereka akan semakin berdaya. Bisa menghasilkan rupiah jika serius.
Sumber Surya online
Tags:
Daur Ulang














waw postingannya bagus i like it :D